Edutrip

Tumpukan Emas di Bank Indonesia

Yudha Dewantara

Bank Indonesia sebagai bank sentral yang didirikan pada 1953 merupakan lembaga vital dalam kehidupan perekonomian nasional. Untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai peran Bank Indonesia dalam perjalanan sejarah bangsa, Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan untuk mendirikan Museum Bank Indonesia. Lokasinya terletak di Jalan Pintu Besar Utara Jakarta, yang merupakan gedung peninggalan De Javasche Bank. Peresmian Museum Bank Indonesia dilakukan melalui dua tahap, yaitu peresmian tahap I dan mulai dibuka untuk masyarakat (soft opening) pada tanggal 15 Desember 2006 oleh Gubernur Bank Indonesia saat itu, Burhanuddin Abdullah, dan peresmian tahap II (grand opening) oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, pada tanggal 21 Juli 2009. Museum Bank Indonesia buka setiap hari kecuali Senin dan hari libur nasional.

Emas, seperti dikutip dalam buku Museum Bank Indonesia; Menapak Ruang Waktu adalah sumber cadangan devisa. EmasĀ  berfungsi sebagai cadangan yang dapat dicairkan sewaktu-waktu saat krisis.

Museum yang diresmikan oleh Susilo Bambang Yudhoyono tanggal 21 Juli 2009 lalu ini berfungsi sebagai pengenalan tentang fungsi emas sebagai simbol kekayaan negara dan cadangan devisa.

Dahulu, masing-masing kalangan mempunyai alat tukarnya yang berbeda. Kemudian, bank mengeluarkan banknotes sebagai alat tukar yang universal. Namun, masyarakat masih sanksi dengan keabsahannya sampai bank mengeluarkan cadangan emas sebagai jaminan (emas moneter) yang dapat ditukarkan sewaktu-waktu.

Dalam perkembangan perdagangan selanjutnya, masyarakat mulai terbiasa dengan uang. Cadangan emas tidak mungkin lagi mengejar perputaran uang dalam bisnis yang bergulir cepat. Meskipun begitu, emas masih sangat berguna sebagai komponen cadangan devisa negara. Emas juga sangat berguna saat terjadi krisis politik, ekonomi dan nilai tukar. Jika terjadi penurunan terhadap nilai tukar dolar Amerika atau peningkatan penerimaan negara, emas sangat membantu mengerek ke situasi yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *