Opini

MAY DAY: Memanusiakan Kaum Pekerja

Oleh: Kafi Maulana

Editor: M Nurilman Baehaqi

“Libur telah tiba… libur telah tiba… hore… hore… hore”. Sepenggal lirik lagu anak – anak tadi pastinya mewakili sebagian besar perasaan anak – anak sekolah, pekerja kantoran, buruh pabrik dan mahasiwa dalam menyambut tanggal 1 Mei. Ya, tanggal 1 Mei di seluruh dunia, termasuk di Indonesia sendiri diperingati sebagai hari buruh atau dikenal juga dengan May Day dan dijadikan hari libur nasional. Tapi, kenapa sih 1 Mei dijadikan dan didedikasikan sebagai hari buruh bahkan sampai dijadikan hari libur nasional ?

 

Menilik pada sumber – sumber yang penulis baca, sejarah berawalnya MAY DAY secara garis besar diawali pada tanggal 1 Mei 1886 di Amerika Serikat. Pada hari itu, lebih dari 300.000 pekerja melakukan mogok kerja. Mereka menuntut pengurangan jam kerja dari yang semula rata – rata 16  jam kerja perhari menjadi 8 jam kerja perhari. Hal ini didasar berdasarkan pembagian waktu individu, dimana 8 jam untuk kerja, 8 jam untuk istirahat, dan 8 jam untuk rekreasi.

Sumber : chicagology.com

Setelah melakukan aksi pada 1 Mei, para buruh pekerja kembali menggelar aksi di Lapangan Haymarket, Chicago. Jumlah buruh pekerja yang hadir lebih besar dari aksi sebelumnya, dan menimbulkan bentrok dengan polisi. Polisi menembaki para demonstran dan terjadi ledakan bom. Akibat aksi anarkis polisi, ratusan buruh pekerja tewas dan luka – luka. Para pemimpin mereka ditangkap dan dihukum mati, dan mereka dikenang sebagai martyrs.

Police charging the mob after the explosion, Explosion of the bomb, and Hospital scene. Border images include clockwise from left: A.R. Parsons, Louis Lingg, Inspector Bonfield, Captain Schaack, Sheriff Matson, Michael Schwab, August Spies, Samuel Fielden, Officer Mathias Degan, Mrs. Parsons, Oscar Neebe, Nina van Zandt, Captain Ward, George Engel, and Adolph Fischer. Sumber : chicagology.com

Pada tahun 1889, tiga tahun setelah aksi di Haymarket, Chicago, Kongres Sosialis Internasional di Paris, Prancis menetapkan tanggal 1 Mei sebagai peringatan untuk MAY DAY atau Hari Buruh.

Di Indonesia, peringatan hari buruh sudah dilakukan sejak tahun 1920. Namun, pada saat pemerintahan orde baru peringatan hari buruh tidak lagi diperingati di Indonesia. Hal ini disebabkan karena peringatan hari buruh selalu dikaitkan dengan gerakan dan paham komunisme yang sejak terjadinya peristiwa G30SPKI keberadaannya dilarang dan dibenci di Indonesia.

Setelah masa pemerintahan Orde Baru tumbang, di Indonesia tanggal 1 Mei masih belum dijadikan hari libur nasional. Tetapi, sejak tahun 1999 meskipun bukan hari libur, para buruh di berbagai kota di Indonesia tetap merayakannya dan melakukan demonstrasi. Barulah pada tahun 2014, di Indonesia tanggal 1 Mei di jadikan hari libur nasional untuk memperingati dan merayakan hari buruh.

Sampai saat ini, di Indonesia hari buruh lekat sekali kaitannya dengan aksi demonstrasi yang dilakukan oleh para buruh dalam upaya untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah. Tuntutan dan aspirasi yang disampaikan secara garis besar adalah soal kesejahteraan yakni menuntut penghapusan sistem outsourcing, tenaga kerja asing, dan kenaikan upah.

Banyak memang isu – isu yang bisa diangkat pada peringatan hari buruh ini, karena di Indonesia sendiri kesejahteraan terhadap buruh masih belum terpenuhi, terutama terkait upah, keselamatan kerja, dan jaminan hari tua. Ditambah lagi dengan maraknya tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia, kurangnya keterampilan para buruh, dan semakin berkembangnya teknologi dibidang industri yang membuat para buruh di negeri ini semakin terancam kehilangan pekerjaannya.

NB : yang baca kalimat pertama sambil nyanyi, berarti kalian sudah tua.

 

Sumber :

bisnis.tempo.co/read/696928/demo-buruh-harusnya-jadi-tuan-di-negeri-sendiri

chicagology.com/notorious-chicago/haymarket

cnnindonesia.com/gaya-hidup/20180501085633-282-294826/sejarah-1-mei-menjadi-hari-buruh-sedunia

http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/14/05/01/n4wes4-ribuan-buruh-turun-ke-jalan-peringati-hari-buruh-internasional

http://unjkita.com/menguak-sejarah-hari-buruh-may-day

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *