Edutrip

Artikel History Tour Museum

Nama : Farid Hamdani

Objek : Meriam Si Jagur

Meriam Si Jagur atau Meriam Ki Jagur adalah sebuah Meriam kuno peningalan Belanda yang berada di halaman Museum Fatahillah Jakarta. Meriam Si Jagur dibuat oleh orang Portugis bernama Manoel Tavares Baccaro di Macau, China, yang kemudian oleh Portugis dibawa ke Melaka, Di Macau, meriam ini oleh Portugis ditempatkan di benteng St jago de Barra (St. Jago = nama orang suci, de Barra = dekat pantai, karena itu kemudian mendapat julukan “Si Jagur”).

Ketika Portugis menguasai Malaka di awal abad 16, Si Jagur dipindahkan dari Macau ke Malaka. Kemudian dibawa ke Batavia oleh Belanda setelah merebut Malaka pada 1641. Pada awalnya oleh VOC meriam tersebut ditempatkan di Benteng Batavia, untuk menjaga pelabuhan. Kemudian dipindahkan ke magasin artileri dekat Jalan Tongkol. Sesudah magasin ini dibongkar tahun 1810, meriam si Jagur ditinggalkan.

Konon pula Meriam Si Jagur memiliki kembaran Meriam Ki Amuk milik Kesultanan Banten yang saat ini meriam tersebut berada di halaman Mesjid Agung Banten. Si Jagur memiliki panjang 3,85 m dan kaliber 25 cm. Berat meriam adalah 3,5 ton.

Arti dari bentuk tangan wanita dengan gelang, serta posisi ibu jari yang diapit antara telunjuk dan jari tengah yaitu itu bahasa Portugisnya ‘mano in figa’, maksudnya sebagai lambang kepercayaan dan kesuburan, sekaligus untuk mengejek Belanda yang merupakan musuh Portugis saat itu. Beberapa masyarakat di Indonesia menganggap isyarat ini sebagai hal yang tabu. Bagi masyarakat lainnya, bentuk tangan Si Jagur ini melambangkan suatu kesuburan. Beberapa masyarakat di Indonesia menganggap isyarat ini sebagai hal yang tabu. Bagi masyarakat lainnya, bentuk tangan Si Jagur ini melambangkan suatu kesuburan. Seperti banyak yang meyakini jika dengan menaiki atau sekedar mengelus-elus meriam itu dapat membuat wanita yang menginginkan anak bisa hamil. Hingga kini, banyak warga yang percaya kalau meriam tersebut bisa mengabulkan permintaan keluarga yang belum memiliki anak. Namun ini hanyalah mitos yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *