Edutrip

Artikel History Tour Museum Biro Diksi

Nama : Achmad Sampurna Jayamurna

Objek :Bahan Keramik  Plered (Wewe Gombel)

Nama Plered tidak dapat dilepaskan dari kerajinan keramik yang sudah ada sejak jaman penjajahan kolonial belanda, terutama di desa Anjun (Panjunan) yang pada masa itu sudah mulai membuat tembikar yang kemudian membuat juga keramik. Barang-barang tanah liat bakar ini menjadi industri rumah tangga, bahkan perusahaanBelanda pernha mendirikan pabrik bernama Hendrik De Boa, diwarung kandang plered. Setelah kemerdekaan industri keramil dipurwakarta bertqambah maju dan mulai didatangkan, mesin–mesin buat jerman, sehingga kerajinan ini mencapai masa kejayaannya.

Sentra industri kecil ini terletak di Desa Anjun, Citeko, dan Desa Pamayonan. Dari lokasi itu, berbagai bentuk ukuran keramik dibuat, ada yang kecil, sedang hingga besar dengan berbagai aneka desain. Segi yang menarik dari keramik plered ini adalah hiasannya memiliki ciri khusus, misalnya celengan berbentuk binatang dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai sebenernya. Pemberian hiasan atau warna dengan teknik disemprot ataupun menggunakan kuas berbagai ukuran, tergantung keinginan pengrajin. Produk ii diminati oleh pembeli dalam maupun luar negri terutama Eropa dan Amerika, dengan ciri khsnya pemberian warna metalik mengkilap. Beberapa produk lainnya bahkan dapat meniru Cina, baik bentuk maupun metif hiasannya.

Perkembangan teknologi dan kebutuhan, kini Plered juga memproduksi genteng dan bahan bangunan lainnya. Gambar diatas adalah salah satu contoh hiasan Plered yang membentuk seperti Wewe Gombel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *