Oleh: Ikna Saepudin (Angkatan Al-Khawarizmi)

Wayang Golek adalah suatu seni tradisional sunda pertunjukan wayang yang terbuat dari boneka kayu, yang sangat populer di wilayah Tanah Pasundan, Daerah penyebarannya terbentang luas dari Cirebon di sebelah timur sampai wilayah Banten di sebelah barat, bahkan di daerah Jawa Tengah yang berbatasan dengan Jawa Barat sering pula dipertunjukkan pergelaran Wayang Golek. Wayang golek ini sering menjadi pengisi hiburan dikegiatan adat, sampai kegiatan khitanan atau dipesta pernikahan. Waktunya biasanya semalam suntuk atau hanya beberapa jam saja. Isi ceritanya ada yang menganut prinsip galur (diambil secara utuh berdasarkan cerita Ramayana dan Mahabrata) dan ada yang menggunakan prinsip sempalan (mengambil bagian-bagian tertentu yang biasanya menarik penonton seperti; peperangan, dan dialog humor). Pertujukan wayang yang menggunakan prinsip galur waktunya semalam suntuk sedangkan yang sempalan biasanya hanya satu sampai dua jam saja. Apalagi apabila pertunjukannya melalui media televisi yang jam tayangnya sangat terbatas mungkin hanya 45 menit saja. Dalam kondisi masyarakat yang aktifitas sosialnya tinggi dan menuntut waktu serba cepat, maka pertunjukan yang singkat tapi padat ceritanya dan dialog humornya menarik akan sangat diminati dibandingkan yang menggunakan jalan cerita prinsip galur – dengan lama hingga waktu subuh. Bagi masyarakat dari golongan generasi tua dan fanatik terhadap prinsip galur wayang ia akan menyenangi jalan cerita aslinya walaupun ia dengar dan lihat berulang-ulang. Tapi, bagi generasi muda yang haus hiburan serba instant, maka cerita-cerita sempalan adalah paling disukai.

Gambaran Pertunjukan Wayang

Bunyi musik gamelan terdengar riuh menggema, dipancarkan melalui pengeras suara yang dipancang tinggi-tinggi. Suaranya terdengar keseluruh pelosok dusun, memecah suasana alam pedesaan yang tenang dan damai. Di sebuah panggung yang dirancang khusus buat pertunjukan, terlihat wayang golek berjejer ditancapkan di atas batang pohon pisang yang sengaja dipajang sebagai tanda adanya pertunjukan wayang golek. Boneka-boneka kayu itu nanti yang akan menjadi pemeran dalam pertunjukan tersebut. Di atas panggung sejumlah panayaga (pemain gamelan Sunda) masing-masing sibuk memainkan alat-alat tabuhannya sambil duduk. Sang dalang sebagai pengatur laku wayang-wayang yang akan dimainkannya, duduk bersila paling depan berhadapan dengan deretan wayang yang dipajang di sisi kiri-kanan depan panggung. Salah satu kaki sang dalang menjepit semacam pemukul dari kayu yang pendek untuk digunakan menekan kecrekan sebagai alat komando tanda musik harus berhenti atau harus berubah nada sesuai kebutuhan cerita. Kecrek yang terbuat dari serentengan besi gepeng tipis segi empat dengan ukuran sekitar sepuluh senti meter itu dicantelkan pada peti kayu tempat wayang disimpan yang ditaruh disisi sang dalang. Bila kecrek itu ditekan kaki dengan menggunakan pentolan kayu tadi maka akan terdengar nada yang sangat khas (menggecrek).

Di belakang dalang duduk sinden asik melantunkan lagu-lagu yang disesuaikan dengan irama jalan cerita pementasan, dan ada juga lagu-lagu hiburan yang dibawakan untuk memeriahkan suasana pertunjukkan. Mungkin agar lebih terlihat solid seluruh kru pemain gamelan memakai baju seragam dengan adat budaya daerah Jawa Barat. Wayang pun berjejer rapi dari urutan wayang paling besar yang ditancap paling ujung pinggir kiri dan kanan, hingga wayang terkecil. Ditengah-tengah depan diantara deretan wayang terdapat batang pisang kosong yang nantinya akan dijadikan arena pertunjukkan.   Itulah salah satu pertunjukan wayang golek yang amat populer di kalangan masyarakat Sunda pada masa dulu.

Categories: Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Uncategorized

Penerimaan Warga Baru Asrama Sunan Giri Tahun 2018

[ KINI SAATNYA; TELAH DIBUKA ] . ✔Kamu Mahasiswa Perantau? ✔ Butuh tempat tinggal yang nyaman dan aman? ✔Ngekost terlalu mahal? ✔Ingin punya banyak relasi? . ❗Kini Saatnya: ❗ . 🎊PENERIMAAN WARGA BARU 2018 Gelombang Read more…

Uncategorized

Selamat Datang Mahasiswa Baru UNJ Jalur SNMPTN 2018

Keluarga Besar Asrama Mahasiswa Islam Sunan Giri mengucapkan Selamat datang bagi calon mahasiswa baru Universitas Negeri Jakarta yang telah lolos seleksi SNMPTN Mencari tempat tinggal murah plus dapat pembinaan spiritual, mental, dan akademik? Langsung aja Read more…

Uncategorized

Asrama Sunan Giri Berhasil Mengadakan Donor Darah

Asrama Sunan Giri berhasil menyelenggarakan kegiatan donor darah di Aula Asrama Sunan Giri pada 26 Maret 2018. Kegiatan ini terlaksana berkat kerjasama dengan Akademi Kebidanan Prestasi Agung dan PMI Jakarta Timur. Kegiatan ini dihadiri oleh lebih Read more…