Oleh: M Heru Wardhana (Angkatan Utsman Bin Affan)

Kota Tua Jakarta adalah sebutan untuk sebuah bangunan gedung cagar budaya yang terletak diantara dua kotamadya yaitu Jakarta Barat dan Jakarta Utara, tepatnya di Kelurahan Pinangsia Kecamatan Tamansari.  Pada masa lalu Gedung Kota Tua adalah simbol kekuasaan dan kejayaan yang diperebutkan oleh banyak pemimpin besar. Siapapun yang berhasil menguasai wilayah ini maka dia adalah pemimpin sejati. Jadi, hingga saat  ini ikon gedung tua ini begitu dijaga kelestariannya.

Sejarah Kota Tua berawal pada abad ke 15 tepatnya tahun 1526 saat Fatahillah melakukan penyerangan terhadap Kerajaan Hindu Pajajaran. Penyerangan tersebut terjadi tepat di Pelabuhan Sunda Kelapa atas perintah dari Kesultanan Demak. Wilayah ini  memiliki luas 15 ha, dengan tata ruang mengadopsi kebudayaan Jawa. Selanjutnya, wilayah ini diberi nama Jayakarta, bahkan diklaim menjadi cikal bakal kota terbesar di Indonesia ini.

Kota Tua Jakarta resmi dijadikan sebagai situs warisan pada dekrit yang dikeluarkan Gubernur Jakarta pada masa itu Ali Sadikin. Dengan adanya keputusan tersebut maka bangunan serta arsitektur dari Kota Tua Jakarta wajib dipertahankan.

 

Categories: EdutripOpini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Edutrip

Tafakur Alam Melalu Kegiatan Edutrip

Sabtu (28/10), Biro Komunikasi dan Informatika mengadakan kegiatan Edutrip yang ditujukan untuk seluruh warga asrama. Edutrip ini dilaksanakan di Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menambah cakrawala pengetahuan mengenai hewan-hewan yang Read more…

Opini

Napak Tilas Perjuangan Ki Hadjar Dewantara

Oleh : Reza Ardiansyah Saputra Editor : M Nurilman Baehaqi Hardiknas merupakan akronim dari Hari Pendidikan Nasional (Indonesia Nasional Education Day), yang diperingati setiap tanggal 2 Mei. Mulai ditetapkan pada tahun 1959,  namun secara efektif Read more…

Opini

MAY DAY: Memanusiakan Kaum Pekerja

Oleh: Kafi Maulana Editor: M Nurilman Baehaqi “Libur telah tiba… libur telah tiba… hore… hore… hore”. Sepenggal lirik lagu anak – anak tadi pastinya mewakili sebagian besar perasaan anak – anak sekolah, pekerja kantoran, buruh Read more…