Oleh: Royadi (Angkatan Utsman Bin Affan)

Wayang Gedog adalah wayang kulit yang menceritakan kisah sejak Sri Gatayu, Putera Prabu Jayalengkara sampai masa Prabu Kuda Laleyan. Sebutan Wayang Gedog diperkirakan berasal dari pertunjukan Wayang Gedog yang mula mula tanpa iringan kecrek (besi), sehingga bunyi suara keprak “dog” sangat dominan. Beberapa sumber ada yang mengatakan Wayang Gedhog bersumber dari kata kedok atau topeng, versi lain ada yang mengatakan Gedhog mengambil kata suara hentakan kaki kuda.

Cerita Wayang Gedog bersumber pada cerita Panji yang muncul pada zaman Kediri dan Majapahit. Istilah Panji sebagai gelar ksatria dan raja muncul pada zaman pemerintahan Jayabaya di Kediri pada abad XI. Pada masa itu Jayabaya bergelar Sang Mapanji Jayabaya yang memerintah pada tahun 1135-1157 M. Selain gelar panji, muncul juga gelar dengan mengambil nama-nama binatang perkasa sebagai penghormatan

Wayang ini memakai cerita dari serat Panji. Wayang ini mungkin telah ada sejak zaman Majapahit. Bentuk wayangnya hampir sama dengan wayang purwa. Tokoh-tokoh ksatria selalu memakai tekes dan rapekan. Tokoh-tokoh rajanya memakai garuda mungkur dan gelung keling. Dalam cerita Panji tidak ada tokoh raksasa dan kera. Sebagai gantinya, terdapat tokoh Prabu Klana dari Makassar yang memiliki tentara orang-orang Bugis. Namun, tidak selamanya tokoh klana berasal dari Makassar, terdapat pula tokoh-tokoh dari Bantarangin (Ponorogo), seperti Klana Siwandana, kemudian dari Ternate seperti prabu Geniyara dan Daeng Purbayunus, dari Siam seperti Prabu Maesadura, dan dari negara Bali.

Wayang gedog yang kita kenal sekarang, konon diciptakan oleh Girindrawardhana pada tahun 1485 (gaman naga kinaryeng bathara) . Wayang Gedog baru memakai keris pada zaman panembahan Senapati di Mataram. Barulah pada masa Pakubuwana III di Solo wayang gedog diperbarui, dibuat mirip wayang purwa, dengan nama Kanjeng Kyai Dewakatong dan Kyai Sri Wibawa.

Dalam pementasannya, wayang gedog memakai gamelan berlaras pelog dan memakai punakawan Bancak dan Doyok untuk tokoh Panji tua , Ronggotono dan Ronggotani untuk Klana, dan Sebul-Palet untuk Panji muda.Seringkali dalam wayang gedog muncul figur wayang yang aneh, seperti gunungan sekaten, siter (kecapi), payung yang terkembang, perahu, dan lain-lain.

Categories: EdutripOpini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Opini

Napak Tilas Perjuangan Ki Hadjar Dewantara

Oleh : Reza Ardiansyah Saputra Editor : M Nurilman Baehaqi Hardiknas merupakan akronim dari Hari Pendidikan Nasional (Indonesia Nasional Education Day), yang diperingati setiap tanggal 2 Mei. Mulai ditetapkan pada tahun 1959,  namun secara efektif Read more…

Opini

MAY DAY: Memanusiakan Kaum Pekerja

Oleh: Kafi Maulana Editor: M Nurilman Baehaqi “Libur telah tiba… libur telah tiba… hore… hore… hore”. Sepenggal lirik lagu anak – anak tadi pastinya mewakili sebagian besar perasaan anak – anak sekolah, pekerja kantoran, buruh Read more…

Edutrip

Mengenal Wayang Kulit

Oleh: Agus Saeful Iman (Angkatan Ibnu Majah) Wayang kulit merupakan sebuah boneka tiruan dari seorang tokoh atau karakter yang ada dalam sebuah cerita rakyat yang terbuat dari lembaran kulit kerbau yang telah dikeringkan. Tokoh-tokoh yang Read more…