Oleh : Restu Saputra (Angkatan Al-Khawarizmi)

Oeang Republik Indonesia dan Oeang Republik Indonesia Daerah

Oleh : Restu Saputra

 

Pada 30 September 2017, Asrama Sunan Giri mengadakan acara Edutrip, yaitu mengunjungi beberapa museum yang ada di kota Tua Jakarta. Saya bersama teman – teman berangkat sekitar pukul 10.00 WIB dan tiba di sana sekitar 11.00 WIB. Museum pertama yang kami kunjungi yaitu museum Wayang. Di museum itu banyak sekali tokoh – tokoh wayang dari mulai wayang lokal samapai dengan wayang internasional.

Museum kedua yang kami kunjungi yaitu Museum Fatahilah yang banyak menyimpan kejadian- kejadian sejarah pada Masa Belanda.

Museum terakhir yang kami kunjungi yaitu Museum Bank Indonesia, dimana di museum itu banyak sekali mata uang dari zaman ke zaman serta mata uang semua negara yang ada di dunia. Ketika saya masuk museum tersebut saya melihat ada mesin catakan uang pertama yang ada di indonesia namanya itu adalah Oeang Republik Indonesia(ORI).

Oeang Republik Indonesia atau ORI adalah mata uang pertama yang dimiliki Republik Indonesia setelah merdeka. Pemerintah memandang perlu untuk mengeluarkan uang sendiri yang tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran yang sah tetapi juga sebagai lambang utama negara merdeka.

Resmi beredar pada 30 Oktober 1946[1], ORI tampil dalam bentuk uang kertas bernominal satu sen dengan gambar muka keris terhunus dan gambar belakang teks UUD 1945. ORI ditandatangani Menteri Keuangan saat itu A.A. Maramis. Pada hari itu juga dinyatakan bahwa uang Jepang dan uang Javasche Bank tidak berlaku lagi. ORI pertama dicetak oleh Percetakan Canisius dengan desain sederhana dengan dua warna dan memakai pengaman serat halus.

Presiden Soekarno menjadi tokoh yang paling sering tampil dalam desain uang kertas ORI dan uang kertas Seri ORI II yang terbit di Yogyakartapada 1 Januari 1947, Seri ORI III di Yogyakarta pada 26 Juli 1947, Seri ORI Baru di Yogyakarta pada 17 Agustus 1949, dan Seri Republik Indonesia Serikat (RIS) di Jakarta pada 1 Januari1950.

Meski masa peredaran ORI cukup singkat, namun ORI telah diterima di seluruh wilayah Republik Indonesia dan ikut menggelorakan semangat perlawanan terhadap penjajah. Pada Mei 1946, saat suasana di Jakarta genting, maka Pemerintah RI memutuskan untuk melanjutkan pencetakan ORI di daerah pedalaman, seperti di Yogyakarta , Surakarta, dan Malang.

Namun peredaran ORI tersebut sangat terbatas dan tidak mencakup seluruh wilayah Republik Indonesia. Di Sumatera yang beredar adalah mata uang Jepang. Pada 8 April 1947 Gubernur Provinsi Sumatera mengeluarkan rupiah URIPS-Uang Republik Indonesia Provinsi Sumatera.

Selesai sudah perjalanan kami berkunjung ke museum bank indonesia dan kami semua pulang ke asrama kembali dan samapai di asrama sekitar pukul 15.00 WIB.

Categories: Edutrip

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Edutrip

Mengenal Wayang Kulit

Oleh: Agus Saeful Iman (Angkatan Ibnu Majah) Wayang kulit merupakan sebuah boneka tiruan dari seorang tokoh atau karakter yang ada dalam sebuah cerita rakyat yang terbuat dari lembaran kulit kerbau yang telah dikeringkan. Tokoh-tokoh yang Read more…

Edutrip

Tokoh Raden Gatot Kaca dalam Wayang Golek Sunda

Oleh: Sajili Nur Alam (Angkatan Utsman Bin Affan) Gatot kaca merupakan salah satu pandawa yang membela Negara Amarta pada lampau. Ia merupakan manusia biasa yang tidak punya kesaktian apa pun danĀ  juga merupakan putra Arya Read more…

Edutrip

Uniknya Wayang Suket

Oleh: Ronaldo Ahmad Sidik (Angkatan Umar bin Khattab) Selama ini kita hanya mengenal wayang kulit, wayang golek, atau wayang beber sebagai seni pertunjukan yang diakui oleh UNESCO. Selain tiga wayang yang telah disebutkan, Indonesia masih Read more…