Oleh: Agus Saeful Iman (Ketua BPM FBS UNJ)

Kehidupan di kampus bukan sekedar belajar di kelas dengan dosen itupun kalau dosennya masuk. Banyak hal yang berbeda yang dirasa sangat berbeda kehidupan di kampus dengan di sekolah, dari mulai cara belajar di SMA yang mungkin kita masih sering disuapin tentang bagaimana memahami suatu materi di kampus mungkin hal itu akan sulit terjadi, karena setelah dosen keluar selesailah mau kita paham atau tidak. Kita dituntut untuk lebih aktif ya kalua misalkan kita tidak paham kita harus berusaha bagaimanapun caranya untuk memahami materi itu entah itu dengan bertanya pada teman di kelas atau mencari di buku untuk lebih memahaminya. Dan yang lebih berat lagi kalua kita bertemu dengan dosen yang jarang sekali masuk tapi selalu memberi kita tugas yang bahkan belum dijelaskan sama sekali dan dosen tersebut tidak mau tahu pokoknya tugas itu harus selesai. Pas dikumpulkan tugas itu salah dan di khs pun nilainya kecil atau bahkan tidak lulus. Itu yang bikin nyesek.

Mungkin itu salah satu hal yang dirasa berbeda dari kehidupan di zaman sekolah dulu dengan zaman di kampus. Tapi proses pengembangan diri tidak hanya bisa kita dapat dari proses pembelajaran dengan dosen di kelas. Ada banyak cara supaya pengetahuan dan pengalaman kita bertambah selain dengan pembelajaran di kelas karena sesungguhnya pembelajaran di kelas hanya terkait bidang ke ilmuan yang kita ambil sedangkan kehidupan yang sudah menanti kita tidak cukup hanya dengan pemahaman kita terhadap bidang keilmuan yang kita pelajari. Ada banyak hal peting yang harus kita kuasai selain bidang keilmuan, salah satunya kemampuan public speaking, kerja sama team, berpikir kritis bagaimana cara menyelesaikan masalah yang ada, menahan atau menyikapi ego kita ketika kita dihadapkan dengan orang-orang yang kurang bersahabat tetapi mereka adalah rekan kerja kita kita harus tetap bersikap professional. Semua hal-hal tersebut bisa kita dapat dengan cara berorganisasi.

Banyak sekali organisasi yang bisa kita ikuti di unj. Tergantung minat dan keinginan kita mau berkembang dimana. Salah satu organisasi yang ada di UNJ adalah Badan legislative. Badan Legislatif ini sendiri memiliki tingktatan yang berbeda-beda dari mulai Legislatif Prodi, Fakultas, sampai Universitas. Ada empat fungsi pokok badan legislative, yang pertama adalah fungsi aspirasi dimana dalam fungsi ini badan legislative harus bisa menjadi wadah yang bisa menampung, menyampaikan, dan memfollow up aspirasi-aspirasi dari mahasiswa UNJ kepada pihak-pihak yang bersangkutan seperti BEM terkait atau birokrasi pada tingkatannya masing-masing. Yang kedua adalah fungsi legislasi, fungsi legislasi ini berhubungan dengan hukum – hukum dan ketentuan-ketentuan yang harus ditaati oleh lembaga legislative dan lembaga eksekutif yang ada di UNJ, yang ketiga adalah fungsi budgeting dimana badan legislative harus mengawasi anggaran dari badan eksekutif, dan yang terakhir adalah fungsi pengawasan dimana dalam fungsi ini badan legislative berhak mengawasi setiap kegiatan yang dilaksanak oleh badan eksekutif dan memberikan penilaian dari setiap kegiatan yang dilakukan oleh badan eksekutif.

Sukses menjadi seorang legislator tidaklah sulit. Seorang legislator itu harus aktif, kritis, berani, bertanggung jawab, dan tidak sombong. Aktif dalam artian bisa mengikuti semua kegiatan yang ada di badan legislative, aktif mengikuti rapat, angktif memberikan tanggapan saat rapat, aktif mengawasi badan eksekutif. Kritis disini badan legislative harus kritis terhadap isu yang ada dan kritis terhadap setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh badan eksekutif jangan sampai kebijakan yang dikeluarkan badan eksekutif menguntungkan suatu golongan dan merugikan golongan yang lain. Dan berani, berani disini adalah berani bertanya jika ada suatu kejadian yang luar biasa tetapi kita tidak tahu cara mengatasinya jangan langsung mengambil keputusan, berani untuk menegur badan eksekutif jika mereka melakukan suatu hal di luar tujuan kegiatan itu, berani untuk berdialog dengan birokrat untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa. Bertanggung jawab dalam artian kita harus bisa menyelesaikan tugas yang diberikan dan dipercayakan kepada kita dengan sebaik mungkin. Tidak sombong, dalam artian jangan mentang-mentang kita badan legislative yang melakukan pengawasan kita bisa semena-mena terhadap badan eksekutif dan tidak mau menerima saran dam masukan dari mereka.

Categories: Warga Menulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Warga Menulis

Sajili Berbagi Pengetahuan tentang Dampak Olahraga bagi Kesehatan Manusia

Nama : Sajili Nur Alm Angkatan : Ustman Bin Affan   Bila membicarakan kesehatan olahraga maka akan ada dua aspek yang dibahas. Pertama aspek kesehatan. Dan yang kedua aspek olahraga. Kemudian tentu saja hubungan antara Read more…

Warga Menulis

Bahaya Tidur di Pagi Hari

Nama : Ami Fahmi Aziz Angkatan : Utsman bin Affan   Tidur adalah salah satu aktivitas yang paling di butuhkan oleh kita sebagai manusia. Tapi kadang-kadang, banyak orang yang mengalami insomnia atau susah tidur. Nah Read more…

Warga Menulis

Budi Arif Berbagi Pengetahuan tentang Penyebab Dan Gejala Dehidrasi

Oleh: Budi M Arif Qirom Pengertian Dehidrasi Penyebab Dan Gejala   Dehidrasi adalah suatu kondisi dimana kadar air dalam tubuh terlalu rendah. Hal ini dapat mengakibatkan berbagai efek minor dan mayor dalam tubuh dan dapat Read more…