Oleh: M Heru Wardana (Angkatan Utsman Bin Affan)

Universitas Negeri Jakarta merupakan kampus yang terletak di Rawamangun, Jakarta Timur. Mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di kampus ini biasanya tinggal di kost-an atau kontrakan. Namun, beberapa juga memilih untuk tinggal di asrama. Berikut beberapa asrama yang ada di sekitar Universitas Negeri Jakarta.

Asrama Mahasiswa Islam Sunan Giri

Asrama Mahasiswa Islam Sunan Giri merupakan asrama yang berada dalam naungan YAPI dan  merupakan asrama pengkaderan bagi mahasiswa yang kuliah di Jakarta. Asrama Mahasiswa Islam Sunan Giri berfungsi sebagai tempat tinggal bagi aktivis mahasiswa Islam yang berasal dari luar Jakarta, kecuali Kepulauan Seribu dan merupakan wadah pengembangan serta pergerakan mahasiswa Islam ke arah perluasan wawasan dan peningkatan intelektualitas serta integritas kepribadian mahasiswa selaku generasi insan muslim mutakamil. Asrama ini memiliki visi untuk mengembangkan sumber daya mahasiswa Islam yang beriman dan bertakwa kepada Allah Yang Maha Kuasa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampiIan, sehat jasmani dan rohani yang mantap dan mandiri serta mengembangkan budaya demokrasi dan pembelajaran politik sekaligus bertanggung jawab terhadap kondisi kemasyarakatan dan kebangsaan.

Sebagai sebuah asrama, Asrama Mahasiswa Islam Sunan Giri  memiliki banyak fasilitas, diantaranya:

  1. Kamar dan tempat tidur
  2. Listrik
  3. Air
  4. Hotspot area
  5. Lapangan olahraga (futsal, basket,voli,tenis meja,badmintoon,dll) indoor dan outdoor
  6. Auditorium
  7. Musholla
  8. Perpustakaan ber-AC
  9. Kantin
  10. Dapur
  11. Laboratorium Komputer
  12. Ruang Diskusi

 

Terdapat beberapa kegiatan di asrama dalam usaha mewujudkan visinya, diantaranya Pelatihan design grafis, mandataris kegiatan, bazaar usaha mandiri, pelatihan video editing, presentasi karya ilmiah, pembuatan karya tulis, ahsanul qiroah, pengajian setiap minggu, tadarus quran setiap pagi, mentoring, diskusi, pelatihan seni budaya, dan masih banyak lagi.

Banyak warga Asrama Sunan Giri yang berprestasi diantaranya Juara 1 Lomba Debat Nasional, relawan VTIC di Malaysia, Juara Sepak Takraw DKI Jakarta, dan masih banyak lagi.

Asrama ini mengharapkan warganya menjadi pemimpin Islam di masa depan.

Asrama Mahasiswa Islam Gunung Jati

Asrama Mahasiswa Islam Sunan Gunung Jati adalah asrama pertama kali yang didirikan YAPI dan beralamat di Jalan Bunga No. 7 Jatinegara. Asrama Mahasiswa Islam Sunan Gunung Jati berfungsi sebagai tempat tinggal bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke ibukota. Beberapa mahasiswa yang tinggal disini berasal dari Universitas Islam Jakarta, Universitas Ibnu Chaldun, dan Universitas Bung Karno.

Rusunawa Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta

Rumah Susun Mahasiswa (Rusunawa) familiar dikenal sebagai tempat tinggal bagi mahasiswa yang berasal dari luar Jakarta. Di lingkungan UNJ telah dibangun rumah susun mahasiswa yang fungsinya hampir sama seperti asrama mahasiswa. Rumah susun mahasiswa di Rawamangun ini memang sengaja disediakan bagi mahasiswa asal daerah yang sedang menuntut ilmu di UNJ agar lebih mudah dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan di kampus.

Rusunawa dengan luas area 5.000 meter persegi, dan luas lantai 4.700 meter persegi terdiri dari 5 lantai dengan jumlah kamar 98 unit, termasuk dua unit kamar difable. Unit hunian bertipe 21 meteri persegi ini dapat menampung 3-4 mahasiswa per unit, sehingga kira-kira rusunawa ini dapat menampung 384 orang mahasiswa. Rusunawa ini dilengkapi dengan fasilitas ruang belajar, kamar mandi, WC umum, dan jemuran.

Sarana dan prasarana tersebut antara lain lobby utama, ruang tamu, mushala, kantin, gazebo, lapangan basket dan futsal, televisi umum, kios fotokopi, serta kios laundry. Di samping itu, para penghuni rusunawa UNJ juga diberikan kegiatan bersama seperti bimbingan agama, diskusi bersama untuk melatih kemampuan organisasi, olahraga bersama, dan pelatihan bahasa..

Berdasarkan aturan yang berlaku mahasiswa yang ingin tinggal di asrama harus mengajukan permohonan izin tinggal ke fakultas terlebih dahulu. Rusunawa ini diharapkan dapat bermanfaat bagi mahasiswa yang kurang mampu dan tinggal jauh dari lingkungan kampus. Hal ini dibantu dengan sistem sewa yang terjangkau dan berkualitas.

Namun, durasi waktu tinggal disini hanyalah satu tahun saja. Setelah itu, mahasiswa harus tinggal di kostan/kontarakan.

Asrama UICCI Rawamangun

Asrama UICCI Rawamangun merupakan asrama yang menerima pelajar tahfidz, tadris, hingga mahasiswa. Untuk kelompok mahasiswa, asrama ini terbuka bagi mahasiswa perguruan tinggi yang terletak di sekitar asrama ini. Asrama UICCI memiliki fasilitas dan kondisi lingkungan yang kondusif untuk tempat belajar mahasiswa. Asrama yang nyaman kondisinya didukung fasilitas yang cukup lengkap membuat mahasiswa merasakan kenyamanan dalam belajar.

Fasilitas di asrama ini di antaranya:

  1. ruang belajar, kamar tidur, ruang makan, musholla, kamar mandi, lemari baju, rak buku,
  2. makan tiga kali sehari,
  3. suasana yang cocok untuk belajar,
  4. pelajaran bahasa Arab dan bahasa Turki
  5. pelajaran baca Alqur’an, tajwid, ta’lim, dan fiqih,

 

Perbedaan Tinggal di Asrama dan di Kos

Kelebihan asrama:

  1. Harga sewa yang murah. Karena statusnya adalah milik kampus atau milik yayasan yang di luar kampus, umtuk harga harga sewa per bulan di asrama jauh lebih murah daripada kosan. berkisar dari Rp250,000 – Rp1,000,000 per bulan, tergantung kebijakan kampus dan yayasan dan fasilitasnya.
  2. untuk fasilitas, asrama mahasiswa memiliki fasilitas. Dapur, kamar mandi, kantin, ruang belajar, ruang tamu, ruang rekreasi, hingga tempat ibadah merupakan sebagian dari fasilitas yang umum ada di tiap asrama. Bahkan ada beberapa asrama yang juga menyediakan jasa laundry, minimarket, ATM, ruang olahraga, tempat fotokopi dan internet sampai minimarket.
  3. Jaraknya dekat dengan kampus. Relatif tidak perlu naik ojek atau angkot.
  4. Tinggal di asrama bisa membantu kita untuk lebih mudah beradaptasi dan mendapatkan banyak teman baru dari berbagai daerah,Apalagi ada kamar-kamar yang diisi 2 sampai 4 orang.

Tinggal di  kos

  1. Harganya lebih mahal dari asrama. Kalau range harga asrama paling murah adalah Rp250,000 per bulan, maka range harga kosan bisa dimulai dari Rp350,000 bahkan Rp500,000 untuk jenis yang paling murah. Semakin lengkap fasilitasnya dan semakin strategis tempatnya, harganya pun akan semakin mahal. Di kota-kota besar seperti Jakarta, harga kosan dengan fasilitas yang lengkap bisa mencapai Rp1,500,000 – Rp2,000,000 per bulan.
  2. Tidak semua kosan berada dekat dengan area kampus. Terkadang meski udah ngekos, kita tetap harus mengeluarkan uang lagi untuk ongkos transport sehari-hari dan belum lagi uang makan. Kalau tidak bisa mengaturnya, bisa membuat pengeluaran jadi bengkak
  3. Kalau dibandingkan dengan asrama, kosan juga cenderung memiliki keamanan yang lebih renda.Tidak semua kosan memiliki sistem keamanan yang baik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Opini

Napak Tilas Perjuangan Ki Hadjar Dewantara

Oleh : Reza Ardiansyah Saputra Editor : M Nurilman Baehaqi Hardiknas merupakan akronim dari Hari Pendidikan Nasional (Indonesia Nasional Education Day), yang diperingati setiap tanggal 2 Mei. Mulai ditetapkan pada tahun 1959,  namun secara efektif Read more…

Opini

MAY DAY: Memanusiakan Kaum Pekerja

Oleh: Kafi Maulana Editor: M Nurilman Baehaqi “Libur telah tiba… libur telah tiba… hore… hore… hore”. Sepenggal lirik lagu anak – anak tadi pastinya mewakili sebagian besar perasaan anak – anak sekolah, pekerja kantoran, buruh Read more…

Opini

Eksistensi Organisasi Ekstra Kampus

Oleh: Fikri Ramadhan (Angkatan Sholahuddin Al Ayyubi) Kampus merupakan tempat pertaruhan ideologi-ideologi sehingga adanya gerakan politik dari mahasiswa. Kampus merupakan ruang pabrik untuk segala pemikiran-pemikiran dan ilmu yang semakin berkembang. Sehingga pertaruhan ideologi-ideologi itu sebagai Read more…